Pimpinan Cabang GP Ansor Wonosobo

Media Informasi Pimpinan Cabang GP Ansor Wonosobo

29 Desember 2016

PC GP Ansor Wonosobo Menjadi Pimpinan Terbaik Nasional

Pada momentum Peringatan Harlah ke-80 Tahun, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor mengumumkan Pimpinan Cabang Terbaik. Penghargaan ini merupakan bagian dari apresiasi terhadap kerja keras dan kinerja perjuangan Gerakan Pemuda Ansor di Tingkat Pimpinan Cabang, sekaligus agar bisa menjadi inspirasi bagi cabang yang lain untuk berperan lebih baik.

Penilaian dilakukan secara obyektif atas pelaksanaan program - program organisasi yang menjadi variabel akreditas cabang, mencakup pengembangan majelis dzikir dan sholawat Rijalul Ansor, program kaderisasi, penguatan struktur hingga tingkat ranting, pengembangan Banser, pendirian amal usaha LKP dan LKMS, dan kegiatan lain.

Akhirnya PC GP Ansor yang terbaik adalah Wonosobo. GP Ansor Cabang Wonosobo berdiri pada 1955. Dalam kurun waktu 10 tahun terahir ini Ansor Wonosobo fokus pada pemberdayaan kader, melalui pelatihan peningkatan kualitas kader, a.l. perbengkelan, las, bubut, menjahit, pengelolaan peternakan, dan perikanan. Ansor telah membuat Lembaga Kusus dan Pelatihan (LKP) Tunas Bangsa.


Organisasi yang saat ini diketuai oleh Asma Khozin S.Psi tersebut telah melatih kader Banser dalam menjadi tim penangulangan bencana dan membentuk Tim Rescue Kolo Dete. Anggotanya167 personil.

Selain itu, 2tahun terakhir Ansor Wonosobo menyiapkan kader yang akan masuk perguruan tinggi negeri. Saat ini tercatat 44 kader yang lolos masuk PTN. Ansor Wonosobo jugamendirikan KSU Silamas (PAC Kertek), dan KSU Annamak (PAC Kepil), yang bergerak di bidang simpang pinjam untuk memperkuat permodalan anggota. Kedua koperasi ini memiliki aset Rp1,5 miliar.
Selama 2013, kaderisasi meningkat drastis, tecermin dari 8 kali PKD dan diklatsar di tingkat PAC dengan melahirkan 2.677 kaderbaru, sehingga total kader Ansor Wonosobo mencapai lebih dari 22.000 orang. Selain itu, enam PC nominator antara lain:
PC Ansor Kabupaten Malang
GP Ansor di Kabupaten Malang termasuk salah satu pimpinan cabang terbaik, yang selama ini aktif mendukung tiga agenda besar organisasi yakni revitalisasi nilai tradisi, kaderisasi, dan pemberdayaan potensi kader.
Pada Oktober ini, PC yang diketuai oleh Hasan Abadi ini menggelar Diklatsar Banser yang melibatkan 1.067 personeldi Pesantren Teknologi SMK Plus Al-Maarif, Candirenggo pada Sabtu – Minggi (19-20/10/2013).
Ini untuk membentuk penguatan kader di tingkat desa.“Makanya, pesertanya dari seluruh ranting yang ada di 33 PAC se Kabupaten Malang. Mereka merupakan utusan khusus yang diharapkan bisa menjadi pelopor di desanya masing-masing,” papar Hasan Abadi.
Kepeloporan itu tidak hanya pada satu aspek kehidupan saja. Namun menyeluruh. Misalnya, dalam keagamaan, sosial, budaya, keamanan dan ketertiban. Termasuk juga dalam mengantisipasi dampak bencana alam.
Makanya, kegiatan tersebut, disamping sebagai upaya penguatan kepeloporan kader Ansor di tingkat desa, juga untuk memberikan keterampilan dalam menghadapi persoalan sosial dan bencana. Sehingga, mereka mampu memberikan bantuan pada masyarakat di sekitarnya.

PC Ansor Jombang
Sejak dilantik menjadi Ketua PC Ansor Jombang GP April 2011, Sholahul Am Notobuwono langsung tancap gas melakukan pembenahan organisasi. Pengembangan pengurus di tingkat cabang maupun kecamatan dilakukan dengan pelatihan administrasi dan IT.
Ansor ataupun Banser tak pernah berhenti berkegiatan, baik yang berhubungan dengan kader maupun dengan masyarakat, seperti pengajian bulanan di setiap Anak Cabang GP Ansor dan dibentuknya jamaah Rijalul Ansor, Pendidikan Kader Dasar (PKD), Diklat Terpadu Lanjutan (DTL) Banser, Diklatsus Banser Lalu-lintas, diklatsus Banser Tanggap Bencana, serta Diklat Terpadu Dasar untuk rekrutmen anggota Banser. Setahun tiga kali pengkaderan.
Ansor Jombang juga mendirikan koperasi Ansor di tingkat kecamatan, melakukan pendampingan dan pelatihan bersama Kadin Jombang untuk pemberdayaan usaha kader di desa seperti melalui pelatihan membuat tahu Nagarin.
Ansor berhasil dalam usaha perikanan dengan produksi 2 juta bibit per bulan dan omzet miliaran rupiah. Dua tahun lalu, Ansor menggandeng PT Fajar Surya Swadaya untuk perekrutan 400 tenaga kerja, yang diberangkatkan ke Panajam, Kaltim.
Untuk menjaga nilai-nilai kebhinekaan, humanisme dan pluralisme, Ansor Jombang menyelenggarakan seminar dengan the Wahid Institute dan Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD), serta sarasehan budaya bersama Slank dan Ki Ageng Ganjur, dll.

PC Ansor Kabupaten Temanggung 
PC GP Ansor Temanggung membawahi 20 PAC dan 289 pimpinan ranting, serta memiliki sekitar 7.000 anggota Banser. Di bawah kepemimpinan Yami Blumut, Sp., Ansor Temanggung punya strategi untuk mendayagunakan potensi daerah yang terkenal dengan tembakau terbaik di dunia, srinthil.
Jajaran pengurus terdiri dari aktivis lintas partai, dan kader PAC, PMII, IPNU, kader pendidikan, kader birokrasi, serta merangkul ulama-ulama muda. Program kerja berbasiskonsolidasi internal, pendataananggota, memenuhikebutuhananggota, kerjasamadenganpemerintahdaninstansi terkait.
Ormas pelestari lingkungan hidup dan penerima penghargaan tanggap bencana dari Bupati Wonosobo ini aktif memperjuangan nasib petani tembakau, menolak bulan kondom nasional, aktif membina anak-anak pecandu miras narkoba, dengan dilatih pencak silat.
Ansor juga melakukan rehab rumah tak layak huni, dan merenovasi korban tanah longsor di Kedopokan dan Wonosobo, serta aktif melakukan santunan anak yatim piatu.
Soal pengkaderan, Ansor dan Banser telah mempersiapkan instruktur 20 orang instruksi PKD per kecamatan, dan telah memiliki 125 pelatih Diklatsar Banser.
Ansor Temanggung memiliki empat binaan LKP, dan untuk pemberdayaan ekonomi digerakan melalui Koperasi Wirausaha Nasional Pemuda Mandiri (Kowina Muda), Kelompok-kelompok tani dan unit usaha lainnya.

PC Ansor Kabupaten Batang
PC GP Ansor memiliki 15 PAC dan 215 ranting yang aktif. Meski kepengurusan di bawah kepemimpinan Umar Abdul Jabar, S.Ag, M.Pd baru dilantik pada 29 November 2013, PC Ansor Batang telah memiliki rentetan panjang kegiatan.
Pembukaan kegiatan Rijalul Ansor dilakukan berbarengan dengan momentum pelantikan pengurus, dilanjutkan Parade Rebana se Kabupaten Batang, Lomba Akreditas Masjid, hingga Pengamanan Natal.
PC Ansor Batang mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi, seperti lasnya wilayah, memahamkan aqidah ahlussunah waljamaah terhadap kalangan pemuda, terbatasnya sumber daya manusia, sumber pendanaan, dan eksistensi lembaga Ansor yang berwibawa.
Untuk itu, PC Ansor Batang melakukan pembagian wilayah kerja terhadap pengurus cabang, menghidupkan kegiatan Rijalul ansor melalui Lomba Rebana dan Akriditasi Masjid, dan Radio Nuansa FM, PKD dan membentuk Koperasi MITRA SAHAJA, hingga pelatihan berwirausaha melalui koperasi, SANLAT.

GP Ansor Bandung Barat
GP Ansor Kabupaten Bandung Barat berdiri seiring dengan pemekaran Kabupaten Bandung menjadi Kabupaten Bandung Barat pada 2007. Ansor Bandung Barat kini telah memiliki 16 PAC dan 165 ranting.
Pada Juli 2011, Ansor Bandung Barat mengirimkan grup Marching Band Banser ke Harlah ke-85 Tahun NU di Gelora Bung Karno. Pengkaderan terus dilakukan, prestasi demi prestasi mulai diraih.
Pada 30 Juni 2013 dilaksanakan konfercab 2 gerakan pemuda Ansor Bandung Barat yang diikuti 500 orang peserta secara aklamasi menunjuk Cecep Nedi Sugilar sebagai Ketua PC GP Ansor 2013–2017. Langkah pengkaderan PKD I dilaksanakan pada 11–13 Oktober 2013 di Pesantren Darun Nadwah dikuti 105 orang kader.
Ansor Bandung Barat kembali menggelar PKD dan Diklatsar II pada 23–25 November 2013 dilaksanakan di Pesantren Al Huda yang di Ikuti oleh 180 kader. Yang di hadiri oleh pimpinan wilayah Gerakan pemuda Ansor Jawa Barat sahabat Ketua, Sekretaris, dan pengurus lain.
PC Ansor Kabupaten Lampung Tengah
Lampung Tengah dengan ibu kota di Gunung Sugih adalah kabupaten di Provinsi Lampung. GP Ansor Lampung Tengah telah ada sejak 1960-an.
Di bawah kepemimpinan Budi Hadi Yunanto, PC GP Ansor telah melakukan kaderisasi formal, dan informal. Banser telah dua kali melakukan latihan dengan Lomba Susur Rimba yang telah di ikuti oleh 125 tim.
Ansor Lampung Tengah memiliki 28 pimpinan anak cabang. Untuk mengatasai masalah geografis yang luas, PC membentuk empat korwil berdasarkan geografis, yakni Korwil Lampung Tengah bagian Barat, Korwil Lampung Tengah bagian Utara, Korwil Lampung Tengah bagian Selatan, Korwil Lampung Tengah bagian Timur.
PC Ansor Lampung Tengah merupakan organisasi kepemudaan tersehat di Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2013. Ansor Lampung Tengah juga aktif membangun komunikasi dengan ulama, kelompok masyarakan petani tambak, dan karyawan tambak.
PC Ansor Lampung Tengah pun aktif dalam mendamaikan kampung yang terlibat konflik antarsuku (Kampung Kesuma Dadi Kecamatan Berki dengan Kampung Buyut Udik Kecamatan Gunung Sugih), serta aktif mencegah konflik antarsuku di Kampung Kota Baru kec. Padang Ratu dengan Kampung Tanjung Harapan kec. Anak Tuha.“Kegiatan itu kami namai Siaga BAGANA,” kata Budi Hadi.(Ftm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar