Pimpinan Cabang GP Ansor Wonosobo

Media Informasi Pimpinan Cabang GP Ansor Wonosobo

5 Januari 2017

Ini Cara Membasmi Berita Hoax Ala "NU dan Pakde"

Kebohongan yang dilakukan dengan intens dan terus-menerus akan dianggap sebagai kebenaran. Begitu pula dengan HOAX. Kalimat inilah yang sangat ditekankan oleh Trun Back Hoax yang dikeluarkan Nahdlatul Ulama (NU) untuk melawan tebaran berita-berita bohong yang belum jelas kebenarannya.

Himbauan tersebut dibenarkan oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud, bahwa itu memang dikeluarkan oleh NU untuk menghimbau masyarakat melawan berita bohong (hoax).

"Iya benar, NU memang mengeluarkan himbauan untuk melawan hoax," ujarnya, Senin (2/1).

Menurunya, penyebaran berita hoax itu haram hukumnya. Berita bohong adalah fitnah yang sangat diharamkan dalam agama Islam.

Sebelumnya, beredar himbauan NU di media sosial yang mengatakan Ormas Islam terbesar se-Indonesia itu siap melawan berita-berita yang berisi kebohongan. Perlawanan tersebut dilakukan dengan melakukan gerakan dengan tema 'Turn Back Hoax' Bersama NU Mari Melawan Radukalisme.

Selain NU, ajakan memerangi berita Hoax juga disebarkan luaskan oleh netizen melalui akun sosial media, salah satu ajakan tersebut seperti yang telah dilakukan pak de di bawah ini :

Gimana Caranya Medsos Bebas dari Berita Hoax?

Pertama, bantu Pakde ngandangin biang provokator, karena dari sinilah semua kehebohan berasal. Ini tugas berat, berhubung saya nggak punya ormas dan bukan orang kaya yang bisa membayar ormas untuk demo selama berbulan-bulan. Ini hanya bisa saya lakukan lewat doa dan dorongan semangat, semoga Pakde kuat dan berhasil.
Kedua, bantu Pak Tito Karnavian memerangi hoax. Caranya dengan mengirim setiap berita, meme, dan konten yang berbau SARA dan bernada menghasut ke alamat aduan konten yang telah disediakan. Sehari satu saja jika ini saya lakukan dengan konsisten, maka setahun saya sudah ikut memerang 365 berita hoax.
Nggak ngarep sie… tapi ngajak kan nggak ada salahnya. Bayangkan jika ada seribu sahabat saya melakukan hal serupa, setahun akan ada 365 ribu aduan konten. Walau tidak semuanya akan diproses tapi minimal kita membuat Pak Tito nggak kehilangan pekerjaan. :D Dan ke depan kita boleh berharap agar medsos bebas dari teriakan-teriakan kebencian dan lebih banyak diisi oleh berita-berita yang sejuk dan positif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar