Pimpinan Cabang GP Ansor Wonosobo

Media Informasi Pimpinan Cabang GP Ansor Wonosobo

17 Januari 2017

Ketua Ansor Pusat: Tidak Ada Konsep Imam Besar dalam Islam

JAKARTA – Belakangan ini beredar formulir berisi dukungan bagi M Rizieq Shibah untuk menjadi imam besar umat Islam. Formulir dukungan untuk imam besar Front Pembela Islam (FPI) yang kondang disapa dengan panggilan Habib Rizieq itu bahkan sudah menyebar di berbagai daerah.

Namun, ada pula reaksi negatif untuk menolak wacana menjadikan Habib Rizieq sebagai imam besar umat Islam. Salah satunya datang dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyatakan, tidak ada dasar untuk mengukuhkan Habib Rizieq sebagai imam besar umat Islam. Menurutnya, dalam Islam tidak ada konsep imam besar.

“Itu mengada-ada, karena Islam tidak mengenal konsep imam besar. Dan apa itu imam besar? Imam besar musala kecil yang ada,” ujar Yaqut Kamis 12 Januari 2017.

Yaqut juga mempertanyakan fungsi pengukuhan Rizeq. Sebab, tidak semua umat Islam sependapat dengan Habib Rizieq.

“Umat Islam enggak merasa diimami sama dia, kan begitu. Jadi kita tolak pengukuhan itu,” sambungnya.

Menurutnya, beberapa pengurus GP Ansor seperti di Banten dan Batam dengan tegas menolak rencana pengukuhan Habib Rizieq. Pimpinan wilayah GP Ansor menilai dukungan untuk Rizieq Shihab untuk menjadi imam besar umat Islam Indonesia juga sarat kepentingan politik.

Misalnya, GP Ansor Kota Manado juga curiga dengan agenda di balik wacana menjadikan Habib Rizieq sebagai imam besar umat Islam. “Kami merasa tidak perlu ada Imam Besar di Republik ini, sehingga menolak dengan keras dan tegas berkaitan pengangkatan Habib Rizieq Syihab,” ungkap Ketua GP Anshor Manado Rusli Umar.

Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten meminta umat Islam tidak ikut-ikutan mendukung wacana menjadikan Habib Rizieq sebagai imam besar. “Pokoknya MUI Banten secara tegas menolak pengangkatan imam besar ini, kami juga menghimbau kepada umat Islam agar jangan ikut-ikutan mengakui,” tutup Ketua MUI Banten KH AM Romli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar