Pimpinan Cabang GP Ansor Wonosobo

Media Informasi Pimpinan Cabang GP Ansor Wonosobo

8 Mei 2017

Mengawal Ulama, Membela Agama dan Menjaga Ke-Indonesiaan

Selamat dan sukses untuk Yasayan Pondok Pesantren Annur Kalierang, Selomerto, Wonosobo yang telah mewisuda murid SMK dan MTs Annur dan melaksanakan Khatmil Qur'an ke 18. Semoga keluarga besar Annur utamanya Ibu Nyai Hjh Nur Faizah dan dzuriyah almaghfurlah KH Nurrudin Alhafidz, jajaran pengurus dan para santri selalu mendapatkan keberkahan.

Ucapan terimakasih yang tiada terhingga kepada Goes Ribad dan DR. KH. Abdul Ghofur Maimun Zubaer yang telah memberikan banyak wejangan kepada kami keluarga besar GP Ansor Kab. Wonosobo umumnya dan Ranting Ansor Desa Kalierang khususnya.


Perjuangan di NU dan Ansor memang berat, akan selalu ada orang yang tidak suka dengan kebijakan perjuangan NU, itu karena mereka tidak mengerti. Kita memang berbeda dengan cara-cara mereka, utamanya paham2 dan gerakan baru yang hari ini mengusik rasa kebangsaan kita.

Sejak Ansor didirikan oleh tokoh2 NU pada tahun 1934 adalah merupakan kebutuhan utk mengawal perjuangan NU dan perjuangan Bangsa Indonesia. Peran Ansor luar biasa baik dalam masa perjuangan merebut kemerdekaan dan pada saat mempertahankan kemerdekaan. Bahkan pada saat meletusnya G30S/PKI, NU dan Ansor melalui Bansernya selalu berada digarda terdepan dalam upaya menumpas gerakan komunis pada waktu itu.

Jadi sikap NU akan selalu jelas terkait dengan perjuangan kebangsaan dan keagaaman dalam konteks mewujudkan Islam Rahmatallilngalamin. Kita tidak ingin citra Islam Indonesia ini terpuruk dan negara ini hancur seperti negara2 timur tengah sana.

Ada etika ketika kita berpolitik, ada etika ketika kita syiar. Kita harus bisa secara bijak mana yang perlu secara fulgar di syiarkan melalui ruang publik dan mana yang harus dijaga sehingga hanya perlu melalui ruang privacy. Kita harus jaga dan mengerti betul penggunaan dua ruang tersebut sehingga syiar kita tercapai tetapi juga tidak mencederai orang lain atau anak bangsa yang lain. Kita adalah muslim yang hidup di Indonesia, maka menjaga ke Indonesia-an itu penting.

Kunci yang harus dipegang adalah bahwa jangan sampai perjuangan kebangsaan mengesampingkan perjuangan keagamaan, demikian juga sebaliknya perjuangan keagamaan jangan sampai mengesampingkan perjuangan kebangsaan. Cintai agama ini, cintai pula negeri ini. Cintai Islam, cintai pula NKRI.

-----ada hal yg menarik dlm sarasehan kemarin, mungkin ini adalah jawaban Allah SWT atas kerisauan saya secara pribadi maupun secara organisasi. Alhamdulillah melalui forum tersebut sudah terjawab. Maturnuwun sanget Goes Ribad. -----

Oleh: Santoso (Ketua PC GP Ansor Wonosobo)