Pimpinan Cabang GP Ansor Wonosobo

Media Informasi Pimpinan Cabang GP Ansor Wonosobo

4 Juni 2019

Status FB yang menyerang Banser Wonosobo sudah diadukan ke Polisi

Wonosobo,  Bergulirnya status facebook yang menjelekkan Banser Wonosobo,  seperti yang tampak dalam grup facebook bernama Paguyuban Wonosobo (Pawon) akhir-akhir ini telah diadukan di Polres Wonosobo. Oleh sebab itu,  Anggota Banser diminta untuk tetap tenang dan tidak terpancing.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Wonosobo, Santoso usai melakukan pengaduan di Mapolres Wonosobo Selasa 4/6 petang. Saat ini,  katanya, ia dan jajarannya tengah menunggu gelar perkara oleh pihak berwajib yang rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Akun Facebook bernama Aris Suhartanto, kami nilai sudah sangat meresahkan. Disana dia menulis status yang kami nilai sangat tidak pantas. Statusnya mengundang kemarahan anggota Banser Wonosobo," katanya.

Dijabarkan,  dalam status Aris berisi ujaran kebencian juga provokasi dengan mengata-ngatai Banser. Aris dalam statusnya juga sempat menantang anggota Banser untuk berduel. Dasar itulah yang membuat Santoso dan jajarannya melakukan upaya hukum.

Santoso menilai, status Aris di facebook mengandung konten berita bohong,  menyebarkan Kebencian Atau Permusuhan Individu Dan Atau Kelompok Masyarakat Tertentu Berdasarkan Atas Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA). Namun demikian, ia mengaku memasrahkan sepenuhnya, kepada aparat berwajib untuk menilai dan menindak kasus tersebut.

"Biar nanti penyidik yang menilai.  Pasal apa yang pantas dikenakan kepada pelaku. Barang bukti sudah kami serahkan tadi,"

Santoso, berharap polisi segera bertindak. Sebab statusnya sudah sangat merugikan  Ansor-Banser, juga masyarakat Wonosobo pada umumnya.

Wakil Ketua Bidang Media Dan Humas PC GP Ansor Wonosobo Ahmad Zaenudin menambahkan, dalam status Aris juga ada nada merendahkan warga Wonosobo. Terutama mengenai profesi warga Wonosobo yang merantau di luar negeri.

"Disitu ada kata kata merendahkan TKW di Luar Negeri. Terutama perempuan di 4 kecamatan yang dikatai 99 persen berprofesi sebagai perempuan tidak baik. Coba cek saja.  Atau teman teman juga sudah pada tau," katanya

Namun demikian, sosok yang akrab dipanggil Zen ini menjelaskan, titik tekan yang diadukan Ansor pada Selasa petang baru sebatas status yang menyerang Banser.  "Ya kalau ada yang mau mengadukan lagi monggo. Bagus. Jika melihat Legal standing yang boleh melaporkan adalah orang hang kepentingannya dilanggar,  jadi siapapun bisa melaporkan. Kan disana juga mengatai orang orang Wonosobo,  perempuan Wonosobo, " tutupnya. (Zen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar