Pimpinan Cabang GP Ansor Wonosobo

Media Informasi Pimpinan Cabang GP Ansor Wonosobo

2 November 2019

Banser "Si Doreng" yang Tak Berguna?

Anda benci Banser? Berarti anda tidak paham pertahanan semesta!


Sabtu 2 Nov 2019, ketika kami mencoba selancar di youtube banyak konten yang kami pikir cukup menggemaskan.  Di media berbagi video terbesar itu banyak konten berisi konten yang membuli Banser NU.


Isinya kurang lebih,  Banser itu suka mencontek yel yel TNI, Banser kalah disiplin dengan TNI. Banser seragamnya nyontek TNI,  Banser tidak punya senjata.  Banser nggak bisa diandalkan.  Masyarakat hanya percaya TNI-Polri.  Banser beraninya hanya membubarkan pengajian.

Awalnya sempat merasa gemas dan ingin marah. Setelah dipiki-pikir toh rasanya percumah. Suudzon kami, yang upload paling orang orang cyber yang tak jelas identitasnya. Atau orang-orang yang kurang paham peran Banser senyatanya di masyarakat. Jadi bagaimanapun kami menahan gemas, rasanya tak perlu melampiaskan amarah kami.

Sedikit kami luruskan.  Banser bukan organisasi militer yang dibiayai negara.  Mereka tidak dibayar,  mereka membeli seragam secara mandiri, SDM berikut latar pendidikannya juga berbeda antara satu anggota Banser dengan yang lainnya.

Jadi, apabila anda mencibir Banser Kurang Gagah,  yel yelnya tidak meyakinkan,  suaranya tidak kompak,  pakaiannya tidak seragam (betul), ketangkasannya kalah dengan TNI atau Polri, jelas kami legawa tak perlu bela diri.  Namun jika Banser dianggap tidak berperan menjaga tanah air, tidak Cinta NKRI, Banser tidak dianggap menjaga ketertiban di tengah masyarakat,  saya pikir anda keliru besar.

Coba deh anda belajar sejarah. Siapa yang berperan aktif melawan penjajah bahkan saat lembaga TNI Polri belum terbentuk. Orang bodoh pun tau dan percaya,  yang melawan penjajah adalah seluruh Rakyat Indonesia.  Baik dari kalangan pelajar, rakyat biasa, tokoh agama,  kiyai,  santri semuanya!.

Nah dari situ jelas bahwa banser punya saham besar atas kemerdekaan negeri ini,  karena Banser lahir dari rahim pesantren.  Dan mayoritas anggota Banser adalah santri. Anda mau bilang apa.

Kalau anda pikir Banser tidak jaga pengajian rasanya anda tak objektif . Coba deh anda datang ke desa-desa. Yang jaga pengajian rata-rata rata Banser.  Kalaupun ada Polisinya jumlahnya sedikit sekali.  Sedikit perlu anda ketahuii,  jumlah anggota Polri yang tugas di Mapolsek jumlahnya terbatas tak sebanyak di Ibukota. Sementara pengajian banyak dan ada dimana mana. Di desa-desa peran Banser menjaga pengajian jelas perannya.

Oya anda pikir paramiliter organisasi (Banser semisal) tidak dibutuhkan Negara?.Hahahha. Saya pikir anda juga kurang paham soal konsep pertahanan negara.  Coba deh baca Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2015 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2015-2019.

Dijelaskan disana,  bahwa negara diselenggarakan dalam suatu sistem pertahanan yang bersifat semesta dengan memadukan pertahanan militer dan pertahanan nonmiliter. Nah lo !.  Semisal nih ya.  Amit amit, kalau Indonesia dalam kondisi terancam,  NU sudah memiliki kader yang siap dipertempurkan untuk berperan serta membentengi negara. Kalau tidak cukup kiyai kami,  seluruh santri dan kader juga ikut dikerahkan seperti yang terjadi beberapa dekade yang lalu.

Oya anda yang mencibir,  siap nggak?. Saya harap anda pun siap mempertahankan.  Kita semua, memiliki kewajiban mempertahankan negara. Dengan seluruh tumpah darah.

Oya di tulisan ini kami sampaikan.  Bahwa kami-pun sepakat dan percaya kekuatan TNI POLRI.  Kami Warga NU bangga punya pertahanan negara sekuat TNI POLRI.  tulisan kami disini sekedar meluruskan dan membela.  Agar anda terbantu untuk paham apa dan bagaimana peran Banser NU di bumi pertiwi ini.  Salam NKRI Harga Mati.

Ditulis Bidang Media PC GP Ansor Wonosobo atas persetujuan Ketua PC Ansor Wonosobo Mad Santoso.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar